20/05/11

hasilnya untuk panti asuhan

Penulis cerpen Bunga Mega meluncurkan novel perdananya yang berjudul 'Tic Toc Tic Toc: Quarter Life's Tale' yang bertempat di Dia.Lo.Gue Art Gallery, Kemang Jakarta, Sabtu (14/5).
Novel yang diterbitkan oleh ANDI Publisher ini mengangkat tema percintaan tiga orang wanita berusia berusia akhir 20an yang terserang krisis paruh baya untuk menemukan pasangan yang tepat. Tiga orang karakter utama dalam novel ini memiliki karakter yang saling bertolak belakang, yaitu Ilyaa si pencari komitmen, Donna yang tidak peduli akan komitmen, dan Shiva yang takut akan komitmen.
Tentang makna judulnya, penulis kelahiran 19 Agustus 1983 ini menuturkan bahwa 'Tic Toc' pada dasarnya adalah bunyi jam yang dari sisi lifestyle identik dengan para wanita berusia menjelang 30 yang belum menikah.
"Ada istilah jam biologis, dan itu yang jadi inspirasi aku buat judulnya," ujarnya.
Dalam novel pertamanya ini, selain menawarkan karakter-karakter yang menarik, Bunga Mega menjanjikan jalan cerita yang sulit ditebak para pembaca, sehingga pembaca tidak akan bosan.
"Endingnya unpredictable, karena akhir yang tidak bisa ditebak sangat menarik bagi saya," tuturnya.
Selain itu, Bunga Mega menambahkan bahwa dirinya telah berkomitmen untuk menyumbangkan 100% dari hasil royalti penjualan buku ini ke pihak-pihak yang memang membutuhkan.
"Aku kepikiran mungkin hasilnya akan aku sumbangkan ke panti asuhan, yayasan, atau perorangan yang memang layak mendapat bantuan," ujarnya.
Beberapa karya penulis yang dua idenya pernah masuk dalam 50 besar ide cerita film terbaik di LA Lights Indiefest 2007 regional Jakarta ini antara lain cerpen 'Aku Seorang Junkie Kasih Sayang' yang dimuat dalam 'Antologi Bukit tembang Kapur' sebagai 1 dari 14 penulis terbaik escaeva-bukukita.com, kumpulan cerpen 'KitadanKata', dansebuah buku kepedulian gabungan penulis untuk korban gempa Jogjakarta berjudul 'Be Strong Indonesia' jilid 2.


reposting dari sini.

Tidak ada komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...