04/05/11

Maestro

Bagaimana kalau dalam kepergianmu yang panjang, kamu tak menemukan kedamaian? Bahkan kedamaian yang dulu pernah kuberikan dalam aquarium? Kalau memang seperti itu, aku harap kamu kembali padaku.

Makkah tidak pernah menyangka sebelumnya jika ajakan SNtNG (Say No to Next Generation), keloompok tetaterawan terkemuka, akan membuat hidupnya menjadi amat rumit. Tak pelak, ia pun tercebur dan bermain-main di kubangan buatan. Cinta, persahabatan, lawan, cita-cita, dan harapan menjadi abu-abu. Lalu ketika semua semakin mengerucut Makkah menjelma bak bola yang berada di dalam kotak yang lalu digoncangkan. Dia bergerak cepat, menyerbu, resah, galau, tak suka aturan, dan menggeliat dengan frekuensi berbeda. Namun, apakah semuanya telah selesai dan berarti ia bisa kembali?
Novel apik yang menceritakan dengan detail kehidupan seniman, khususnya teaterawan. Bagaimana geliat, keresahana, isu, cita cinta, kegaharan sekaligus kepolosan mereka. Akan sangat sayang dilewatkan bagi Anda yang mengaku seniman juga teaterawan.

Alex Suhendra  l  13x19, vi+314  l  31.600

3 komentar:

Ningrum mengatakan...

Saya membaca Maestro waktu SMA, dipinjami oleh teman saya di kelas.

Luar biasaa!

alex suhendra mengatakan...

terimakasih, Ningrum

Penikmat Buku mengatakan...

emang beneran luar biasa, cek di sini
http://jendelakumenatapdunia.blogspot.com/2011/10/maestro.html

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...